Kegiatan Sugengan dalam rangka dimulainya Ekskavasi Situs Jejeran dilaksanakan pada Senin, ( 15/06 ), bertempat di Situs Jejeran yang berada di kediaman Bapak Naufal Al Wafa, Padukuhan Jejeran, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menandai dimulainya proses penelitian arkeologi guna mengungkap potensi tinggalan budaya dan nilai sejarah yang tersimpan di kawasan tersebut.
Panewu Pleret turut menghadiri kegiatan sugengan bersama para pemangku kepentingan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kapanewon Pleret terhadap upaya pelestarian warisan budaya dan sejarah yang ada di wilayah Pleret. Kehadiran Panewu menunjukkan komitmen pemerintah kapanewon dalam mendukung berbagai kegiatan penelitian, pelestarian, dan pengembangan situs-situs bersejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Sugengan yang dilaksanakan sebelum dimulainya kegiatan ekskavasi merupakan tradisi budaya yang sarat makna. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana memanjatkan doa agar seluruh rangkaian penelitian dan penggalian dapat berjalan dengan lancar, aman, serta menghasilkan temuan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya. Suasana kebersamaan tampak terjalin erat antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan para pemerhati budaya yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Acara dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, akademisi, pegiat pelestarian budaya, aparat wilayah, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Hadir di antaranya perwakilan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X DIY–Jawa Tengah, Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada, Perhimpunan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komda DIY–Jawa Tengah, Panewu Kapanewon Pleret, Lurah Kalurahan Wonokromo beserta perangkat kalurahan, unsur TNI dan Polri, tokoh masyarakat, serta tenaga ahli dan tenaga lokal yang akan terlibat dalam kegiatan ekskavasi.
Dalam kesempatan tersebut, Panewu Pleret menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan ekskavasi Situs Jejeran. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memiliki nilai akademis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga identitas sejarah dan budaya masyarakat Pleret yang dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah peninggalan Mataram Islam.

Situs Jejeran sendiri memiliki potensi yang besar untuk memberikan informasi mengenai sejarah dan perkembangan kawasan Pleret pada masa lampau. Melalui kegiatan ekskavasi yang dilakukan secara ilmiah dan sistematis, para peneliti diharapkan dapat memperoleh data dan temuan arkeologis yang mampu memperkaya pengetahuan mengenai kehidupan masyarakat terdahulu, tata ruang kawasan, serta keterkaitannya dengan situs-situs bersejarah lain yang berada di wilayah Pleret dan sekitarnya.
Selain berfungsi sebagai kegiatan penelitian, ekskavasi ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian cagar budaya. Keterlibatan masyarakat setempat dalam mendukung kegiatan tersebut menunjukkan tumbuhnya kesadaran bersama bahwa warisan budaya merupakan aset berharga yang perlu dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, lembaga pelestarian budaya, dan masyarakat, diharapkan kegiatan ekskavasi Situs Jejeran dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan temuan-temuan yang bernilai penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian budaya, serta penguatan identitas sejarah Kabupaten Bantul. Hasil penelitian yang diperoleh nantinya diharapkan dapat menjadi referensi bagi upaya pelestarian dan pengembangan kawasan bersejarah di Kapanewon Pleret.

Dengan dilaksanakannya sugengan sebagai penanda dimulainya ekskavasi, diharapkan seluruh proses penelitian dapat berlangsung lancar dan memberikan manfaat yang luas. Situs Jejeran diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pembelajaran sejarah, budaya, dan peradaban masa lalu yang semakin memperkaya khazanah warisan budaya Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus memperkuat posisi Pleret sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
