Panewu Pleret Dampingi Kalurahan Bawuran Dalam Tindak Lanjut Pengaduan Warga terkait Asap Pembakaran Sampah

Panewu Pleret mendampingi Kalurahan Bawuran dalam menindaklanjuti pengaduan warga terkait asap tebal akibat pembakaran sampah di sekitar area TPST Piyungan yang mengganggu kesehatan masyarakat serta membahayakan pengguna jalan.

Sebagai langkah awal, Panewu Pleret mendorong Kalurahan Bawuran untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama unsur lintas sektor, antara lain Polsek Pleret, Bamuskal, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta dukuh setempat guna memperoleh gambaran kondisi lapangan secara menyeluruh.

 

 

Menindaklanjuti hasil pengecekan tersebut, pada Senin,(02/02), Panewu Pleret mendampingi Lurah Bawuran dalam kegiatan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, DLH Kota Yogyakarta, DLH Kabupaten Bantul, Polsek Pleret, dan Koramil Pleret. Koordinasi difokuskan pada pembahasan penanganan pengolahan sampah serta surat keberatan yang telah disampaikan oleh Lurah Bawuran terkait dampak asap pembakaran sampah terhadap warga.

 

Dalam forum koordinasi tersebut, Panewu Pleret menekankan pentingnya penanganan terpadu dan berkelanjutan, mengingat operasional pengolahan sampah berlangsung selama 24 jam dan diperparah oleh kondisi cuaca hujan yang meningkatkan dampak asap bagi lingkungan sekitar.

Panewu Pleret juga mengapresiasi langkah Kalurahan Bawuran yang telah melakukan pendekatan langsung kepada warga di sekitar TPA Piyungan untuk menghentikan aktivitas pembakaran sampah, serta mendorong alternatif penanganan residu sampah dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Bantul dan Pemerintah Daerah DIY.

Saat ini, Panewu Pleret bersama Kalurahan Bawuran masih menunggu hasil keputusan lanjutan dari instansi terkait. Diharapkan melalui koordinasi lintas sektor yang difasilitasi Kapanewon Pleret, permasalahan pembakaran sampah dapat segera diselesaikan sehingga tidak lagi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.